CARI DI GOOGLE

Total Tayangan Halaman

30066

Jumat, 04 Maret 2016

Beberapa Hasil Rapat Kerja Pembangunan Pertanian Dan Peternakan Se Provinsi Riau Ta. 2016 di Hotel Premiere, 1-3 Maret 2016



Setelah mendengar dan memperhatikan arahan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau, ekspose dan diskusi para narasumber dari Sekretaris Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Riau  serta diskusi, dapat diinformasikan beberapa hal :
I.          Sekretaris Ditjen Tanaman Pangan Kementan :
Dengan telah adanya revisi I kegiatan Ditjen Tanaman Pangan, terdapat pengurangan Satker dari 8 menjadi 5. Namun bagi Daerah sudah dapat memulai kegiatan dengan diawali penunjukan petugas pengelola anggaran, Sebab rencana revisi antar program selanjutnya alokasi dana akan bertambah. 
Dalam pelaksanaan Bansos, telah menjadi Bantuan Pemerintah untuk diserahkan kepada masyarakat sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No 168 Tahun 2015

II.    Kepala Bappeda Provinsi Riau/ diwakil Abdul Maskur (kabid II Bappeda) :
1.      Akibat penurunan harga minyak mentah dunia, maka diperkirakan terjadi penurunan pendapatan dari yang ditargetnya. Dengan melihat komposisi anggaran tersebut, maka akan ada perubahan focus pembangunan dengan melihat sector pariwisata sebagai motor pembangunan dengan berlandaskan budaya,
2.      Alih fungsi alahan mencapai 2,9% atau 6.687,07 ha. Disamping itu kondisi irigasi yang 51%, Perbaikan irigasi memerlukan dukungan dari berbagai pihak
3.      Pembangunan pertanian agar mempertimbangkan kegiatan yang berdampak pada pencapaian sasaran pembangunan daerah yang mampu memberikan daya ungkit.
4.      Prioritas Pembangunan daerah Provinsi Riau:
a.       Pembangunan dan pemantapan infrastruktur;
b.      Pemantapan aparatur dan birokrasi pemerintahan;
c.       Peningkatan ekonomi berdaya saing serta kesejahteraan rakyat;
d.      Peningkatan kualitas SDM;
e.       Pengembangan budaya, olahraga, seni dan kemasyarakatan.

III. Ketua Komisi II DPRD Provinsi Riau/Marwan Yohanes
1.      Pokok pikiran DPRD dapat di sandingkan dengan usulan kabupaten kota sehingga dapat diperjuangkan oleh anggota DPRD.

IV.    Kepala Bagian Penyusunan Anggaran, Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal, Drs. Tri Prianggono, MM :
1.      Kontribusi Produksi Padi Riau dibanding Riau memang cukup kecil yaitu sekitar 0,5 %, namun kontribusinya sangat penting disebabkan ada potensi yang belum digarap
2.      Target produksi untuk Tahun 2016 dan 2017 adalah sebagai berikut :
No.
Komoditi
2016 (x 1.000 ton)
2017 (x 1.000 ton)
1.
Padi
448,97
460,16
2.
Jagung
36,54
38,26
3.
Kedelai
5,76
8,74
4.
Cabe
16,78
17,183
5.
Bawang Merah
0,014
0,015
6.
Daging Sapi dan Kerbau
10,33
11,18

3.         Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Ir. Gabriella Susilowati, MP. :
1.      Perlunya kehadiran pemerintah untuk komoditi Bawang Merah pada saat ketersediaan bawang rendah.
2.      Perlunya bantuan pemerintah daerah untuk melakukan introduksi teknologi budidaya bawang merah, baik dalam hal melakukan percontohan maupun bantuan modal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan anda !