CARI DI GOOGLE

Total Tayangan Halaman

Jumat, 29 Mei 2026

Zuhud Menurut Ulama yang Bermazhab Syafi’i

Zuhud merupakan salah satu akhlak mulia dalam ajaran Islam. Sikap ini sering dipahami sebagai meninggalkan kecintaan berlebihan terhadap dunia dan lebih mengutamakan akhirat. Dalam pandangan para ulama bermazhab Syafi’i, zuhud bukan berarti meninggalkan dunia sepenuhnya, melainkan menempatkan dunia di tangan, bukan di hati.

Pengertian Zuhud

Secara bahasa, zuhud berarti tidak tertarik atau tidak tamak terhadap sesuatu. Sedangkan secara istilah, zuhud adalah sikap hati yang tidak bergantung kepada kenikmatan dunia dan lebih mengharapkan ridha Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

“Supaya kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.”
(QS. Al-Hadid: 23)

Ayat ini menunjukkan bahwa seorang yang zuhud tidak diperbudak oleh dunia.

Jumat, 22 Mei 2026

Sahabat Suyukha dan Sahabat Ukhuwah

Pengertian Sahabat dalam Kehidupan

Sahabat adalah bagian penting dalam kehidupan manusia. Kehadiran sahabat tidak hanya memberikan warna dalam perjalanan hidup, tetapi juga menjadi tempat berbagi suka dan duka. Dalam kehidupan sehari-hari, sahabat yang baik mampu memberikan dukungan, nasihat, serta semangat ketika seseorang menghadapi kesulitan. Persahabatan yang dibangun dengan ketulusan akan melahirkan hubungan yang kuat dan penuh makna.

Sahabat Suyukha

Sahabat Suyukha dapat dimaknai sebagai sahabat yang memiliki kedekatan hati, ketulusan, dan kesetiaan dalam menjalin hubungan. Sahabat seperti ini hadir bukan karena kepentingan pribadi, melainkan karena rasa kasih sayang dan kepedulian yang tulus. Mereka selalu berusaha menjaga hubungan dengan penuh keikhlasan, menghormati satu sama lain, dan saling membantu dalam berbagai keadaan.

Kamis, 02 April 2026

Bagaimana Menjatuhkan Orang Pintar yang Dihormati

Dalam banyak situasi sosial, orang yang cerdas dan dihormati biasanya memiliki pengaruh kuat karena pengetahuan, sikap tenang, dan cara berpikir yang terstruktur. Namun, ada cara-cara tidak sehat yang sering digunakan untuk merusak reputasi mereka—bukan dengan argumen yang lebih baik, melainkan dengan strategi yang justru menurunkan kualitas diskusi itu sendiri.

Salah satu cara yang kerap terjadi adalah dengan menghadapkan mereka pada orang yang tidak memahami etika berdiskusi—orang yang tidak memiliki dasar pengetahuan yang cukup, tidak menghargai sopan santun, dan cenderung emosional. Dalam kondisi seperti ini, debat bukan lagi soal mencari kebenaran, melainkan berubah menjadi ajang keributan.