CARI DI GOOGLE

Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Masyarakat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Maret 2026

Malam Ketika Langit Membuka Cahaya: Makna Besar Nuzulul Qur’an bagi Kehidupan Umat

Setiap bulan Ramadhan, umat Islam memperingati satu peristiwa besar dalam sejarah manusia: Nuzulul Qur’an, yaitu malam ketika Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Peristiwa ini bukan sekadar kejadian sejarah, tetapi merupakan titik awal perubahan peradaban manusia.

Di sebuah gua yang sunyi di Jabal Nur, yaitu Gua Hira, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama:

“Iqra’ bismi rabbikalladzi khalaq.”
Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.
(QS. Al-Alaq: 1)

Kata pertama yang turun bukanlah perintah perang, bukan pula perintah kekuasaan, melainkan perintah membaca. Ini menunjukkan bahwa Islam dibangun di atas ilmu, kesadaran, dan pemahaman.

Al-Qur’an: Cahaya yang Mengubah Dunia

Rabu, 25 Februari 2026

Dalam Organisasi Jangan Katakan ini ....

Dalam organisasi sering kita mendengar orang berkata “saya tidak minta di sini”, “saya tidak digaji”, atau “kalau tidak suka saya ganti saja” hal ini sebenarnya cukup umum, terutama di organisasi sosial, komunitas, relawan, atau bahkan lembaga semi-formal.

Mari kita coba kupas ada apa sebenarnya :

1. Makna di Balik Kalimat Itu

Kalimat seperti itu biasanya bukan sekadar kata-kata, tetapi menunjukkan mindset tertentu:

a. Mentalitas defensif

Orang tersebut merasa:

  1. Tidak dihargai
  2. Terpaksa berada di posisi itu
  3. Sedang disalahkan atau ditekan

Kalimat itu menjadi tameng psikologis untuk melindungi diri dari kritik.

👉 Pesan tersembunyinya:

“Saya sudah berkorban, jangan tuntut saya terlalu banyak.”

Minggu, 22 Februari 2026

Kerja Sendiri dan Penumpang Gelap dalam Organisasi Serta Pengaruhnya terhadap Iklim Organisasi

Pendahuluan

Setiap organisasi dibangun atas dasar kebersamaan, kepercayaan, dan tanggung jawab kolektif. Namun dalam praktiknya sering muncul dua fenomena yang merusak kesehatan organisasi, yaitu:

  1. Kerja sendiri (one man show)

  2. Penumpang gelap organisasi

Keduanya sama-sama berbahaya karena merusak iklim kerja tanpa selalu terlihat secara langsung.

1. Fenomena Kerja Sendiri dalam Organisasi

Pengertian

Orang yang Bertindak di Luar Tupoksi dalam Organisasi dan Pengaruhnya bagi Iklim Organisasi

Pendahuluan

Dalam sebuah organisasi, setiap anggota memiliki Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) yang telah ditetapkan. Tupoksi menjadi pedoman kerja agar pelaksanaan program berjalan terarah, efektif, dan tidak saling tumpang tindih. Namun dalam praktiknya, sering ditemukan individu yang bertindak di luar Tupoksi yang telah ditentukan.

Fenomena ini dapat memberikan dampak positif maupun negatif terhadap iklim organisasi, tergantung pada niat, cara, serta sistem pengelolaan organisasi itu sendiri.

Pengertian Bertindak di Luar Tupoksi

Bertindak di luar Tupoksi adalah kondisi ketika seseorang menjalankan tugas, mengambil keputusan, atau melakukan intervensi pada bidang kerja yang bukan menjadi tanggung jawabnya secara struktural.

Sabtu, 31 Januari 2026

Menjadi yang Terbaik

Menjadi yang terbaik bukanlah tentang mengungguli orang lain atau membandingkan pencapaian dengan standar eksternal. Konsep “terbaik” yang sesungguhnya berkaitan dengan komitmen pribadi untuk terus meningkatkan kualitas diri secara berkelanjutan.

Dalam lingkungan profesional, setiap individu memiliki peran, tantangan, dan jalur perkembangan yang berbeda. Membandingkan diri dengan orang lain sering kali menghasilkan persepsi yang tidak utuh, karena yang terlihat hanyalah hasil akhir, bukan proses, pengorbanan, dan konteks di baliknya. Oleh karena itu, tolok ukur yang paling adil dan konstruktif adalah perkembangan diri sendiri dari waktu ke waktu.

Menjadi yang terbaik berarti fokus pada peningkatan kompetensi, kedewasaan sikap, dan integritas dalam bekerja. Ini mencakup kemauan untuk belajar dari kesalahan, menerima masukan dengan terbuka, serta menjaga konsistensi dalam menjalankan tanggung jawab. Kemajuan tidak selalu terlihat besar dalam waktu singkat, namun peningkatan yang stabil dan terarah akan memberikan dampak jangka panjang yang signifikan.

Rabu, 07 Januari 2026

Makna Tegar dan Tega serta Implementasinya dalam Kehidupan

 Dalam kehidupan sehari-hari, kata tegar dan tega sering terdengar mirip, namun memiliki makna yang sangat berbeda, bahkan cenderung bertolak belakang. Keduanya menggambarkan sikap batin manusia dalam menghadapi keadaan dan mengambil keputusan.

Tegar bermakna kuat secara mental dan emosional. Orang yang tegar mampu bertahan dalam situasi sulit, tidak mudah menyerah, serta tetap berpikir jernih meskipun berada dalam tekanan. Ketegaran bukan berarti tidak merasakan sedih, sakit, atau kecewa, melainkan kemampuan untuk mengendalikan perasaan tersebut dan bangkit kembali. Tegar mencerminkan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan.

Sementara itu, tega berarti memiliki hati yang cukup keras untuk melakukan sesuatu meskipun dapat menyakiti perasaan orang lain atau diri sendiri. Tega sering dikaitkan dengan keberanian mengambil keputusan sulit yang tidak menyenangkan, seperti menolak, melepaskan, atau menghentikan sesuatu demi tujuan yang dianggap lebih besar. Namun, kata tega juga dapat bermakna negatif jika dilakukan tanpa empati dan pertimbangan moral.

Selasa, 18 November 2025

Membuat Pakan Ayam dari Bahan Baku Daun-Daunan

 

Dalam usaha peternakan ayam, ketersediaan pakan yang murah dan bergizi sangat penting untuk menjaga produktivitas. Salah satu alternatif pakan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar adalah bahan baku daun-daunan. Selain hemat biaya, daun-daunan tertentu memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan ayam.

1. Jenis Daun yang Dapat Digunakan

Tidak semua daun dapat dijadikan pakan. Berikut beberapa jenis daun yang umum digunakan karena aman dan kaya nutrisi:

  • Daun lamtoro: tinggi protein, cocok untuk ayam pedaging dan petelur.

  • Daun pepaya: membantu meningkatkan nafsu makan dan kesehatan pencernaan.

  • Daun singkong: tinggi protein; harus diolah supaya tidak mengandung racun sianida.

  • Daun kelor (moringa): sangat kaya vitamin dan mineral.

  • Daun kangkung dan daun talas: mudah didapat dan disukai ayam (daun talas harus dimasak dulu).

Senin, 20 Oktober 2025

Amunisi Menjalankan Organisasi yang Bersifat Sosial

Menjalankan organisasi sosial bukan sekadar mengelola kegiatan, melainkan mengelola semangat kemanusiaan. Organisasi sosial lahir dari kepedulian dan tekad untuk memberi manfaat bagi sesama, namun dalam perjalanannya sering dihadapkan pada tantangan: keterbatasan sumber daya, perbedaan pandangan, hingga menjaga semangat anggota agar tetap menyala. Untuk itu, dibutuhkan amunisi — bukan dalam arti senjata fisik, tetapi bekal nilai, sikap, dan strategi yang membuat organisasi sosial mampu bertahan, tumbuh, dan berdampak.

1. Niat yang Lurus dan Tujuan yang Jelas

Segala bentuk kegiatan sosial harus berangkat dari niat yang tulus: memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa pamrih. Namun niat baik saja tidak cukup; ia harus disertai tujuan yang jelas dan terukur. Tujuan yang konkret menjadi kompas arah agar organisasi tidak kehilangan fokus di tengah banyaknya kegiatan dan kepentingan.

Selasa, 30 September 2025

Membangun Tim Kerja/Organisasi

Masih berkaitan dengan pertemuan membentuk Pengurus UMKM Wilayah Riau, saat itu juga ada yang berkontribusi dan memberi saran dalam memilih anggota tim/organisasi yang akan dilibatkan. Mereka haruslah orang-orang yang energik dan siap tanggap dan mau berbuat   dalam organisasi dengan tetap memperhatikan bidang tugasnya masing-masing.

Diingatkan bahwa dalam membangun sebuah tim kerja atau organisasi dapat diibaratkan seperti mendorong sebuah pedati. Pedati yang berat tidak mungkin bergerak jika hanya satu orang yang mendorong, tetapi akan lebih ringan dan cepat sampai tujuan bila semua orang ikut memberi tenaga.

Namun, ada satu syarat penting: semua anggota harus aktif. Tidak boleh ada yang hanya duduk manis di atas pedati dan menikmati perjalanan. Itulah yang disebut penumpang gelap—mereka yang ingin mendapatkan hasil tanpa ikut berkontribusi. Jika hal ini terjadi, beban otomatis akan ditanggung oleh anggota lain, menimbulkan rasa tidak adil, dan bisa menghambat gerak organisasi.

Senin, 29 September 2025

Peranan Cinta dalam Suatu Organisasi

Kemaren saya di undang oleh salah seorang sahabat dalam rangka membahas kepengurusan UMKM Wilayah Provinsi Riau. Topik diskusi seputar kepengurusan yang akan dibentuk. Terjadi diskusi yang menarik dan panjang dalam rapat tersebut. Berbagai saran dan masukan yang positip banyak dikemukakan, salah satunya yang menarik perhatian saya adalah yang berkaitan dengan Cinta dalam suatu organisasi. Dikemukakannya, bila tidak ada rasa cinta setidaknya rasa suka kita pada suatu organisasi termasuk kepada kawan-kawan pengurus lainnya, maka akan sulit diharapkan organisasi akan berkembang dengan baik, demikian kira-kira yang disampaikannya. 

Memang.... dalam dunia organisasi, kata CINTA seringkali terdengar asing karena kata CINTA lebih banyak dibicarakan dalam ranah personal. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, cinta memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk iklim organisasi yang sehat, produktif, dan berkelanjutan. Cinta dalam konteks organisasi bukanlah sekadar perasaan emosional, melainkan wujud kepedulian, penghargaan, dan komitmen antarindividu yang tergabung dalam sebuah sistem.

1. Cinta sebagai Fondasi Kebersamaan

Cinta menumbuhkan rasa kepedulian satu sama lain. Anggota organisasi yang memiliki rasa cinta terhadap timnya akan lebih mudah bekerja sama, saling mendukung, dan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Kebersamaan ini membuat organisasi lebih solid dan mampu menghadapi tantangan bersama.

Rabu, 09 Juli 2025

Pemberdayaan sebagai Suatu Pendekatan dalam Pembangunan Ekonomi


Pembangunan ekonomi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan angka-angka makro seperti pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga harus menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat secara langsung. Dalam konteks ini, pemberdayaan menjadi pendekatan strategis yang berorientasi pada penguatan kapasitas individu dan kelompok masyarakat untuk mengelola potensi mereka secara mandiri, berkelanjutan, dan inklusif.

1. Pengertian Pemberdayaan


Pemberdayaan (empowerment) adalah proses yang memungkinkan individu atau kelompok untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, akses, dan kepercayaan diri dalam menentukan nasib dan masa depannya. Dalam kerangka pembangunan ekonomi, pemberdayaan berarti memberikan peran yang lebih besar kepada masyarakat dalam aktivitas ekonomi—baik sebagai pelaku produksi, pengelola usaha, maupun pengambil keputusan.

Selasa, 24 Juni 2025

Bisnis Jaringan: Best Corporation

Best Corporation adalah salah satu contoh perusahaan bisnis jaringan yang terus berkembang dengan sistem barunya yang Brilian. Dengan mengusung konsep pemasaran network marketing (MLM) berbasis binari, Best Corporation memberikan peluang penghasilan menarik bagi para anggotanya.

Produk-produk Unggulan Best Corporation:
Pupuk Indo Sawit — produk terbaru yang sedang viral di kalangan petani sawit karena kualitasnya yang terbukti meningkatkan hasil panen.
Produk Kecantikan — rangkaian perawatan kulit dan kosmetik yang mendukung penampilan lebih percaya diri.
Produk Kesehatan — suplemen dan produk herbal berkualitas untuk menjaga kebugaran dan vitalitas.
Eco Racing — produk inovatif untuk penghemat bahan bakar kendaraan, ramah lingkungan dan efisien.

Sabtu, 07 Juni 2025

Makna Berkurban di Hari Raya Idul Adha

Hari Raya Idul Adha adalah momen penting dalam Islam yang sarat dengan nilai spiritual, sosial, dan keteladanan.

Berkurban bukan hanya ibadah simbolik menyembelih hewan, tetapi juga cerminan dari ketaatan total seorang hamba kepada Allah SWT.

Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam salah satu ceramahnya menyampaikan:

"Kurban bukan soal banyaknya daging yang dibagikan, tapi bagaimana hati ini ikhlas karena Allah. Karena Allah tidak melihat daging dan darah, tapi keikhlasan dan ketakwaan hamba-Nya."
(UAS – Ceramah Idul Adha)

Rabu, 30 April 2025

Apakah Seorang Pemimpin Dilahirkan?

Pertanyaan tentang apakah seorang pemimpin dilahirkan atau dibentuk oleh pengalaman merupakan perdebatan klasik dalam dunia kepemimpinan. Banyak orang percaya bahwa kepemimpinan adalah bakat alami—bahwa seseorang terlahir dengan karisma, visi, dan kemampuan memimpin orang lain. Namun, di sisi lain, banyak pula yang berpendapat bahwa kepemimpinan adalah keterampilan yang dapat dipelajari, diasah, dan berkembang melalui pengalaman serta pembelajaran.

Secara biologis, memang ada individu yang memiliki sifat-sifat bawaan seperti percaya diri, kemampuan berbicara yang baik, atau kepekaan sosial yang tinggi. Sifat-sifat ini tentu bisa menjadi modal awal yang memudahkan seseorang untuk tampil sebagai pemimpin. Akan tetapi, kepemimpinan bukan hanya soal karisma atau bakat alami. Kepemimpinan sejati melibatkan proses berpikir strategis, kemampuan menyelesaikan masalah, keterampilan membangun hubungan, serta integritas moral yang kuat—semuanya adalah hal-hal yang bisa dipelajari dan dikembangkan.

Rabu, 08 Januari 2025

Teknik Pemecahan Masalah dalam Organisasi Sosial

Dalam organisasi sosial, pemecahan masalah adalah langkah penting untuk memastikan kelangsungan dan keberlanjutan program yang dijalankan. Masalah yang muncul dapat berasal dari berbagai aspek, seperti sumber daya, komunikasi, kepemimpinan, hingga dinamika kelompok. Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan teknik-teknik pemecahan masalah yang efektif. Berikut adalah beberapa teknik yang sering digunakan dalam organisasi sosial:

1. Identifikasi Masalah

Langkah awal dalam memecahkan masalah adalah mengidentifikasi masalah secara jelas. Dalam tahap ini, penting untuk mengumpulkan data dan informasi yang relevan. Teknik seperti wawancara, observasi, dan kuesioner dapat digunakan untuk memahami akar masalah.

Sabtu, 21 Desember 2024

Menjelang Tahun Baru 2025

Tidak terasa, waktu terus berjalan dan kini kita berada di penghujung tahun 2024. Udara akhir tahun selalu membawa suasana yang khas: harapan baru, semangat baru, dan tentunya refleksi atas perjalanan selama setahun terakhir. Menjelang tahun baru 2025, kita diingatkan kembali akan pentingnya menghargai setiap momen, baik yang indah maupun penuh tantangan.

Refleksi Tahun 2024

Tahun 2024 memberikan kita banyak pelajaran berharga. Ada suka, ada duka, dan ada hal-hal yang tidak terduga. Dalam perjalanan ini, kita belajar untuk lebih kuat, lebih sabar, dan lebih bijaksana dalam menghadapi berbagai situasi. Apa pun yang telah kita capai, baik itu kecil maupun besar, patut kita syukuri.

Bagi banyak orang, tahun ini mungkin diisi dengan pencapaian pribadi seperti kelulusan, promosi pekerjaan, atau pencapaian target finansial. Namun, ada juga yang menghadapi kehilangan atau kegagalan. Semua itu adalah bagian dari perjalanan hidup yang membuat kita semakin dewasa.

Harapan dan Resolusi Tahun 2025

Rabu, 04 Desember 2024

Kebiasaan Buruk yang Jadi Kebiasaan

Setiap manusia pasti memiliki kebiasaan tertentu yang dilakukan secara berulang-ulang. Namun, tidak semua kebiasaan itu positif. Ada kebiasaan buruk yang, tanpa disadari, menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Hal ini seringkali terjadi karena kebiasaan buruk tersebut terasa nyaman, mudah dilakukan, atau bahkan sudah mendarah daging sejak kecil.

1. Menunda-nunda Pekerjaan

Menunda pekerjaan adalah kebiasaan buruk yang paling sering dilakukan. Awalnya, kita berpikir bahwa sedikit waktu luang sebelum memulai pekerjaan adalah hal yang wajar. Namun, ketika hal ini terus berulang, menunda pekerjaan menjadi pola yang sulit dihilangkan. Akibatnya, pekerjaan menumpuk, stres meningkat, dan hasil kerja pun menjadi kurang optimal.

2. Mengabaikan Kesehatan

Kebiasaan makan sembarangan, jarang olahraga, atau tidur larut malam sering dianggap sepele. Namun, jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini dapat berdampak serius pada kesehatan jangka panjang. Banyak orang baru menyadari pentingnya pola hidup sehat ketika tubuh mulai memberi tanda-tanda kelelahan atau sakit.

3. Terlalu Banyak Menghabiskan Waktu di Media Sosial

Media sosial adalah bagian dari kehidupan modern, tetapi kebiasaan menghabiskan waktu berjam-jam tanpa tujuan jelas dapat mengurangi produktivitas. Seringkali kita hanya ingin "cek sebentar" tetapi berakhir dengan scrolling tanpa henti. Ini mengurangi waktu untuk hal-hal yang lebih penting seperti belajar, bekerja, atau bahkan beristirahat.

Senin, 02 Desember 2024

Relawan Pasca PILKADA: Peran, Tantangan, dan Harapan

Pemilihan umum (Pemilu) adalah momen penting dalam proses demokrasi yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Setelah pemilu selesai, peran relawan tidak berhenti begitu saja. Relawan pasca pemilihan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kepercayaan publik, memonitor proses penghitungan suara, serta mendukung stabilitas sosial di tengah dinamika politik.

Peran Relawan Pasca Pemilihan

  1. Mengawal Proses Penghitungan Suara
    Relawan menjadi mata dan telinga masyarakat untuk memastikan penghitungan suara dilakukan dengan jujur, transparan, dan sesuai prosedur. Kehadiran mereka mencegah potensi kecurangan yang dapat mencederai demokrasi.

Rabu, 27 November 2024

Keputusan Memilih Pemimpin Politik: Kepentingan atau Moral?

Pemilihan pemimpin politik sering kali menjadi momen penting yang menentukan arah kebijakan suatu negara atau daerah. Dalam proses ini, masyarakat sering dihadapkan pada dilema: apakah memilih berdasarkan kepentingan pribadi atau kelompok, atau berlandaskan moral dan nilai-nilai etis? Keputusan ini bukan hanya mencerminkan aspirasi individu, tetapi juga memengaruhi stabilitas dan kesejahteraan masyarakat luas.

1. Kepentingan dalam Memilih Pemimpin

Memilih berdasarkan kepentingan tidak selalu negatif, karena setiap individu memiliki kebutuhan dan harapan tertentu yang ingin diwujudkan melalui kepemimpinan politik. Beberapa contoh kepentingan yang memengaruhi pilihan adalah:

  • Kepentingan Ekonomi: Banyak pemilih mendukung calon yang menawarkan kebijakan yang menguntungkan secara finansial, seperti subsidi, penciptaan lapangan kerja, atau insentif pajak.
  • Kepentingan Kelompok: Pemilih mungkin cenderung memilih pemimpin yang mendukung kelompok sosial, etnis, agama, atau komunitas tertentu.
  • Kepentingan Pribadi: Terkadang, keputusan didasarkan pada keuntungan langsung yang dapat diterima, misalnya bantuan sosial atau proyek pembangunan lokal.

Kamis, 21 November 2024

Bila Kondisi Kita Kian Melemah

Dalam perjalanan hidup, ada saat-saat di mana tubuh, pikiran, atau bahkan semangat kita terasa semakin melemah. Kehilangan energi, semangat, atau daya untuk terus maju adalah hal yang wajar terjadi pada siapa saja. Namun, dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah bagaimana kita merespons keadaan tersebut.

Kondisi melemah, baik secara fisik maupun mental, bisa disebabkan oleh berbagai faktor: kelelahan, tekanan hidup, sakit, atau bahkan perasaan kehilangan yang mendalam. Ketika kita berada dalam titik ini, langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah menerima keadaan dengan penuh kesadaran. Mengakui bahwa kita sedang tidak berada dalam kondisi terbaik bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk keberanian untuk jujur pada diri sendiri.

Berhenti Sejenak dan Renungkan
Sering kali, kelemahan muncul karena kita terlalu memaksa diri untuk terus bergerak tanpa jeda. Hidup tidak selalu tentang berlari tanpa henti; ada momen di mana kita harus berhenti sejenak, menarik napas dalam-dalam, dan merenungkan apa yang sebenarnya sedang terjadi dalam hidup kita. Istirahat bukanlah bentuk menyerah, melainkan cara untuk mengumpulkan kembali kekuatan.