Pendahuluan
Setiap organisasi dibangun atas dasar kebersamaan, kepercayaan, dan tanggung jawab kolektif. Namun dalam praktiknya sering muncul dua fenomena yang merusak kesehatan organisasi, yaitu:
-
Kerja sendiri (one man show)
-
Penumpang gelap organisasi
Keduanya sama-sama berbahaya karena merusak iklim kerja tanpa selalu terlihat secara langsung.
1. Fenomena Kerja Sendiri dalam Organisasi
Pengertian
Kerja sendiri adalah sikap anggota atau pengurus yang:
-
Bertindak tanpa koordinasi
-
Mengambil keputusan sepihak
-
Menjalankan program tanpa melibatkan tim
-
Menganggap organisasi sebagai milik pribadi
Biasanya muncul pada orang yang:
-
Merasa paling mampu
-
Terlalu dominan
-
Tidak percaya pada tim
-
Ingin cepat terlihat berhasil
Ciri-ciri Kerja Sendiri
-
Rapat hanya formalitas
-
Informasi tidak dibagikan
-
Program berjalan tanpa persetujuan
-
Anggota lain hanya menjadi penonton
Dampak terhadap Organisasi
❌ Mematikan partisipasi anggota
❌ Menimbulkan kecemburuan internal
❌ Menghilangkan rasa memiliki organisasi
❌ Membuat kader tidak berkembang
❌ Ketergantungan pada satu orang
Organisasi akhirnya kuat pada individu, tetapi lemah pada sistem.
2. Fenomena Penumpang Gelap Organisasi
Pengertian
Penumpang gelap adalah anggota yang:
-
Ingin menikmati nama besar organisasi
-
Hadir saat keuntungan muncul
-
Menghilang saat pekerjaan berat
-
Tidak berkontribusi tetapi ingin diakui
Mereka ada dalam hampir semua organisasi sosial.
Ciri-ciri Penumpang Gelap
-
Jarang hadir kerja nyata
-
Aktif hanya saat acara besar atau publikasi
-
Mudah mengkritik, sulit membantu
-
Mengambil kredit keberhasilan bersama
Dampak terhadap Organisasi
❌ Beban kerja tidak merata
❌ Pengurus aktif menjadi lelah dan kecewa
❌ Menurunkan motivasi relawan
❌ Muncul rasa ketidakadilan
❌ Konflik diam-diam
Dalam jangka panjang, orang yang benar-benar bekerja justru memilih mundur.
3. Pengaruh terhadap Iklim Organisasi
Iklim organisasi adalah suasana psikologis yang dirasakan anggota ketika berorganisasi.
Ketika kerja sendiri dan penumpang gelap dibiarkan, maka muncul:
🔹 Hilangnya Kepercayaan
Anggota tidak lagi percaya sistem organisasi.
🔹 Komunikasi Tidak Sehat
Informasi menjadi tertutup dan penuh prasangka.
🔹 Semangat Relawan Menurun
Organisasi sosial hidup dari semangat, bukan gaji.
🔹 Terbentuk Kelompok-Kelompok
Organisasi pecah menjadi kubu.
🔹 Organisasi Tampak Hidup, Tetapi Tidak Sehat
Kegiatan ada, namun kebersamaan hilang.
4. Mengapa Hal Ini Terjadi?
Beberapa penyebab umum:
-
Tupoksi tidak jelas
-
Kepemimpinan lemah
-
Tidak ada evaluasi kerja
-
Budaya sungkan menegur
-
Tidak ada sistem penghargaan dan tanggung jawab
5. Membangun Budaya Organisasi yang Sehat
✅ Bangun Kerja Tim
Keberhasilan adalah milik bersama, bukan individu.
✅ Tegaskan Peran dan Tanggung Jawab
Semua orang harus tahu:
-
apa tugasnya
-
apa targetnya
-
apa tanggung jawabnya
✅ Transparansi Komunikasi
Informasi bukan milik jabatan, tetapi milik organisasi.
✅ Evaluasi Berkala
Evaluasi bukan mencari kesalahan, tetapi memperbaiki sistem.
✅ Kepemimpinan Adil
Pemimpin harus berani:
-
menahan yang terlalu dominan
-
menggerakkan yang pasif
6. Prinsip Organisasi Relawan
Dalam organisasi masjid maupun Karang Taruna:
Orang tidak dibayar untuk hadir, tetapi mereka bertahan karena dihargai.
Karena itu:
-
Jangan biarkan satu orang bekerja sendiri.
-
Jangan biarkan ada yang hanya menumpang nama.
Penutup
Organisasi yang sehat bukan yang paling ramai kegiatannya, tetapi yang:
✔ bekerja bersama
✔ berbagi tanggung jawab
✔ saling menguatkan
Kerja sendiri melahirkan kesombongan organisasi.
Penumpang gelap melahirkan kelelahan organisasi.
Sedangkan kerja tim melahirkan keberkahan organisasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas kunjungan anda !