
Kondisi tersebut tidak membuat petani putus asa, namun petani tetap bertahan, karena dari tahun ke tahun tanah mulai dapat dibudidayakan. Bahkan pada Tahun 1999 petani memulai menanam Jeruk yang sampai saat ini mampu mendongkrak kehidupannya. demikian penjelasan Ketua Kelompok Tani Maju (Bapak Mulyono) salah satu Kelompok Tani di desa ini.
Di Desa ini terdapat 6 Kelompok Tani dengan luas lahan 450 Ha. Pola tanam umumnya Jeruk dengan sistem Surjan yang dipadu dengan Padi dengan IP (Indek Pertanaman) 100, Pola tanaman Padi dilakukan dengan pola SAWIT DUPA, satu kali wiwit dua kali panen. dimana petani menanam padi varitas Unggul dan varitas Lokal. Di benihkan secara bersama namun dipindah kelahan secara bertahap. Varitas lokal untuk sampai ke lahan sawah setelah 3 kali pindah dan padi varitas Unggul selesi di panen.
Sukses untuk petani yang mampu menjadi pioner penghasil padi dan Jeruk di kawasan ini..... kegigihan petani disini sepertinya pantas untuk diberi PENGHARGAAN semoga ada pihak yang dapat memberikan apresiasi yang Pantas untuk mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas kunjungan anda !