CARI DI GOOGLE

Total Tayangan Halaman

Rabu, 07 Januari 2026

Makna Tegar dan Tega serta Implementasinya dalam Kehidupan

 Dalam kehidupan sehari-hari, kata tegar dan tega sering terdengar mirip, namun memiliki makna yang sangat berbeda, bahkan cenderung bertolak belakang. Keduanya menggambarkan sikap batin manusia dalam menghadapi keadaan dan mengambil keputusan.

Tegar bermakna kuat secara mental dan emosional. Orang yang tegar mampu bertahan dalam situasi sulit, tidak mudah menyerah, serta tetap berpikir jernih meskipun berada dalam tekanan. Ketegaran bukan berarti tidak merasakan sedih, sakit, atau kecewa, melainkan kemampuan untuk mengendalikan perasaan tersebut dan bangkit kembali. Tegar mencerminkan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan.

Sementara itu, tega berarti memiliki hati yang cukup keras untuk melakukan sesuatu meskipun dapat menyakiti perasaan orang lain atau diri sendiri. Tega sering dikaitkan dengan keberanian mengambil keputusan sulit yang tidak menyenangkan, seperti menolak, melepaskan, atau menghentikan sesuatu demi tujuan yang dianggap lebih besar. Namun, kata tega juga dapat bermakna negatif jika dilakukan tanpa empati dan pertimbangan moral.

Minggu, 30 November 2025

Jenis Pelatihan yang Dibutuhkan bagi Tenaga UMKM

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Namun, agar mampu bersaing dan berkembang di tengah perubahan zaman, tenaga kerja UMKM perlu dibekali dengan berbagai keterampilan yang relevan. Pelatihan menjadi faktor penting untuk meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan mutu usaha. Berikut beberapa jenis pelatihan yang sangat dibutuhkan oleh tenaga UMKM masa kini.

1. Pelatihan Manajemen Usaha

Banyak UMKM yang mengalami kesulitan berkembang bukan karena kurangnya produk, tetapi karena lemahnya pengelolaan usaha. Pelatihan manajemen usaha penting untuk mengajarkan:

  • Perencanaan bisnis (business plan)

Jumat, 28 November 2025

Inisiasi Pembentukan Forum Komunikasi UMKM RI Wilayah Riau

 

Upaya memperkuat ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Riau memasuki tahap baru melalui inisiasi pembentukan Forum Komunikasi UMKM RI Wilayah Riau. Forum ini digagas sebagai wadah kolaboratif yang memfasilitasi komunikasi, koordinasi, serta sinergi antar-pelaku UMKM, komunitas usaha, lembaga pembina, dan pemangku kepentingan pemerintah.

Pembentukan forum ini berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan, di mana pelaku UMKM masih menghadapi beragam tantangan seperti akses permodalan, pemasaran yang terbatas, kesenjangan literasi digital, serta minimnya jejaring antar pelaku usaha. Melalui Forum Komunikasi UMKM RI Wilayah Riau, diharapkan lahir ruang interaksi yang konstruktif guna bertukar informasi, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kemampuan bersaing UMKM lokal baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan inisiasi ini mencakup diskusi awal mengenai struktur organisasi, tujuan strategis, program kerja prioritas, serta mekanisme keanggotaan. Selain itu, forum ini dirancang untuk menjadi jembatan antara UMKM dan berbagai institusi pendukung seperti dinas terkait, lembaga pembiayaan, inkubator bisnis, dan platform digital pemasaran. Dengan demikian, terbentuknya forum ini tidak hanya menjadi wadah komunikasi, tetapi juga pusat pemberdayaan yang berkelanjutan.