Tegar bermakna kuat secara mental dan emosional. Orang yang tegar mampu bertahan dalam situasi sulit, tidak mudah menyerah, serta tetap berpikir jernih meskipun berada dalam tekanan. Ketegaran bukan berarti tidak merasakan sedih, sakit, atau kecewa, melainkan kemampuan untuk mengendalikan perasaan tersebut dan bangkit kembali. Tegar mencerminkan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan.
Sementara itu, tega berarti memiliki hati yang cukup keras untuk melakukan sesuatu meskipun dapat menyakiti perasaan orang lain atau diri sendiri. Tega sering dikaitkan dengan keberanian mengambil keputusan sulit yang tidak menyenangkan, seperti menolak, melepaskan, atau menghentikan sesuatu demi tujuan yang dianggap lebih besar. Namun, kata tega juga dapat bermakna negatif jika dilakukan tanpa empati dan pertimbangan moral.


